Dua Tahun Pemerintahan, Apa yang Dirasakan Warga?
Daftar isi
Rapor CELIOS memuat kritik responden masyarakat dan ahli terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran. Untuk memahaminya, kita perlu membedakan pengalaman responden, cara survei, dan bukti tentang dampak kebijakan.
Ilustrasi editorial dibuat dengan bantuan AI. Gambar bersifat konseptual, bukan dokumentasi kegiatan atau gambaran responden survei.
Uang belanja yang cukup, pekerjaan yang layak, dan pelayanan yang mudah menjadi ukuran pemerintahan yang dekat dengan warga. Pengalaman semacam itulah yang membantu membaca rapor dua tahun dari CELIOS.
Laporan menggabungkan survei masyarakat, ahli, dan telaah tim Kabinet Bayangan. Nadanya kritis. Untuk menilainya, periksa pertanyaan, jawaban, dan bukti yang dipakai, bukan hanya menerima atau menolak nilai akhirnya.
Rapor ini evaluasi lembaga independen. Angka surveinya terutama merekam persepsi—penilaian dan pengalaman responden—sehingga berbeda dari pengukuran langsung kemiskinan, pengangguran, atau mutu layanan.
Kenali sumbernya dahulu
Siapa yang memberi penilaian?
1.142 RESPONDEN MASYARAKAT
Direkrut melalui Meta Ads menggunakan sampel nonprobabilitas, lalu diberi bobot untuk menyesuaikan komposisi sampel dengan acuan populasi. Tidak setiap penduduk memiliki peluang terpilih yang diketahui.
129 RESPONDEN AHLI
Dijangkau dengan snowball sampling: ahli yang sudah ikut membantu merekomendasikan ahli lain. Hasilnya menggambarkan kelompok ahli yang terjangkau, bukan seluruh ahli di Indonesia.
15 SEPTEMBER–9 OKTOBER 2026
Data dikumpulkan pada periode itu. Bingkai dua tahun tidak berarti responden dipantau terus-menerus selama dua tahun.
Pembobotan membantu menyesuaikan komposisi, tetapi belum menghapus bias orang yang melihat iklan dan bersedia menjawab. Karena itu, persentase dalam artikel merujuk pada responden survei, bukan seluruh penduduk Indonesia. [1, hlm. 3–5]
Konsistensi kuesioner menunjukkan keselarasan pertanyaan yang mengukur konsep sama. Ukuran tersebut tidak menjamin keterwakilan sampelnya.
Nilainya berbeda. Apa yang boleh kita simpulkan?
Dalam survei ini, rata-rata penilaian masyarakat terhadap Prabowo adalah 4,6 dari 10; ahli memberi 2,8. Untuk Gibran, nilainya masing-masing 4,9 dan 2,2. Kabinet secara keseluruhan memperoleh 4,7 dari masyarakat dan 2,9 dari ahli.[1, hlm. 7–10]
Dua kelompok melihat kinerja secara berbeda
Pilih pihak yang dinilai. Angka adalah rata-rata pada skala 1–10, bukan persentase kepuasan.
Dua kelompok memberi penilaian berbeda, tetapi survei belum memastikan penyebabnya. Pengalaman, informasi, dan tolok ukur dapat ikut berperan.
Nilai rata-rata 4,6 dari 10 tidak berarti 46 persen puas. Rata-rata skor dan proporsi orang yang puas adalah perhitungan berbeda.
Di balik nilai, ada urusan rumah tangga
Bagian yang paling dekat dengan pembaca adalah ekonomi sehari-hari. Sebanyak 53% responden merasa ekonomi rumah tangganya lebih buruk daripada setahun sebelumnya; 31% merasa sama saja; dan 16% merasa lebih baik. Pada pertanyaan lain, 82% merasa pajak dan pungutan terlalu berat.[1, hlm. 47–48]
Bagaimana ekonomi rumah tangga dirasakan?
Setiap kotak mewakili satu poin persentase. Pilih jawaban untuk melihat proporsinya.
100 kotak menyederhanakan proporsi untuk dibaca; kotak-kotak ini tidak menggambarkan 100 responden tertentu.
Temuan tentang pekerjaan juga mengarah pada penilaian negatif: 24% menjawab sangat buruk dan 38% menjawab buruk ketika menilai kebijakan mengatasi pengangguran dan membuka pekerjaan. Gabungannya 62%. Angka ini adalah penilaian atas kebijakan, bukan tingkat pengangguran Indonesia.[1, hlm. 47]
Jawaban itu menunjukkan beban yang dirasakan responden. Untuk menghitung pengaruh kebijakan terhadap ekonomi keluarga, pendapatan, harga, usaha, dan perubahan ekonomi lebih luas perlu diperiksa bersama.
Harga dan pekerjaan ingin didahulukan
Ketika diminta memilih tiga hal yang harus segera diperbaiki, 78% responden memilih harga kebutuhan pokok, disusul lapangan kerja dan perlindungan pekerja sebesar 58%. Penegakan hukum dan reformasi birokrasi dipilih 35%.[1, hlm. 49]
Apa yang mendesak bagi responden?
Bandingkan proporsi yang memilih setiap isu. Pilih satu isu untuk membaca hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.
Isu yang paling banyak dipilih menunjukkan perhatian responden. Persentase kecil tidak otomatis berarti masalah kurang penting; lingkungan dapat memengaruhi kesehatan dan pendapatan dalam jangka panjang.
Tindak lanjutnya perlu konkret: kebijakan mana meringankan pengeluaran, memperbaiki pekerjaan, dan memudahkan layanan? Data pelaksanaan diperlukan untuk menilai jawabannya.
Program besar perlu diuji dari manfaatnya
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu perhatian utama laporan. Dalam survei masyarakat, 76% responden setuju program dihentikan, 18% tidak setuju, dan 6% tidak tahu. Sementara itu, ahli mendapat pilihan yang lebih terperinci: melanjutkan dengan perbaikan, mempersempit cakupan, menghentikan sementara, atau menghentikan sepenuhnya.[1, hlm. 34–35]
Sama-sama membahas MBG, pilihan jawabannya berbeda
Pilih kelompok responden. Tabel menampilkan seluruh pilihan, termasuk perbedaan penghentian sementara dan penghentian penuh.
Sebanyak 37 persen ahli memilih penghentian sementara dan 50 persen penghentian penuh. Menjumlahkannya menjadi 87 persen boleh untuk gabungan dua pilihan, tetapi menyebut semuanya menghendaki penghentian permanen mengubah arti jawaban.
Survei juga memuat penilaian terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sebanyak 66% responden masyarakat menyatakan tidak setuju terhadap program tersebut. Di kelompok ahli, 91% tidak setuju atau sangat tidak setuju bahwa program dirancang dan dijalankan secara memadai untuk mencapai tujuannya. Lagi-lagi, kedua pertanyaan menilai hal yang berbeda.[1, hlm. 36]
Penghentian kedua program merupakan rekomendasi CELIOS. Memilih perbaikan, pembatasan, atau penghentian tetap memerlukan evaluasi biaya, keamanan, sasaran, dan manfaat. Penolakan responden mengarahkan pemeriksaan, tanpa menggantikan pengukuran dampak program.
Menilai pemerintah juga menyangkut ruang bersuara
Kebebasan sipil menyangkut kesempatan berpendapat, berkumpul, berserikat, dan memperoleh informasi. Penilaian pemerintahan juga perlu melihat apakah warga dapat memakai hak itu tanpa takut.
Pada pertanyaan perlindungan kebebasan sipil, 36% responden memilih tidak terlindungi atau sangat tidak terlindungi. Sebanyak 21% memilih terlindungi atau sangat terlindungi. Kelompok terbesar, 43%, menjawab “sama saja”.[1, hlm. 38–39]
“Sama saja” tidak sama dengan “terlindungi”
Pilih tampilan ringkas atau terperinci. Warna mengikuti kategori jawaban, bukan penilaian baru dari artikel.
Sama saja tidak menunjukkan apakah keadaan awal sudah baik atau buruk. Jawaban itu tidak dapat langsung digabungkan sebagai terlindungi. Porsi negatif 36 persen juga belum menjadi mayoritas seluruh responden.
Catatan pembatasan kegiatan, pengaduan, pengalaman jurnalis, dan tindak lanjut lembaga membantu memeriksa kondisi di balik persepsi tersebut.
Skor menteri bukan nilai ujian
Laporan juga memeringkat pejabat kabinet. Purbaya Yudhi Sadewa berada di posisi teratas dalam daftar yang ditampilkan, dengan skor 291. Pada sisi negatif, Bahlil Lahadalia mendapat −159. Angka ini mudah memancing perhatian, tetapi satuannya berbeda dari nilai presiden pada skala 1–10.[1, hlm. 5 dan 9]
Peringkat berdasarkan skor persepsi
Pilih sisi daftar. Angka berasal dari agregasi pilihan terbaik dan terburuk yang diberi bobot menurut posisi.
Skor menteri berasal dari poin menurut urutan pilihan; peringkat atas mendapat bobot lebih besar. Ia berbeda dari nilai skala 1–10 dan dapat dipengaruhi pengenalan responden serta peristiwa yang paling mereka ingat.
Daftar itu menunjukkan apresiasi dan kritik responden. Penilaian jabatan secara lengkap memerlukan target, hasil layanan, anggaran, masa kerja, dan masalah yang diwarisi.
Dari banyak kegiatan ke manfaat yang terasa
Anggaran terserap menunjukkan uang digunakan. Jumlah porsi, pelatihan, dan bangunan menunjukkan kegiatan terlaksana. Manfaat perlu diperiksa lewat perubahan yang dialami penerima.
Berjalan belum tentu berhasil
Pilih contoh untuk mengikuti hubungan antara sumber daya, kegiatan, dan hasil. Ini kerangka penjelasan artikel, bukan temuan angka atau simulasi dampak CELIOS.
Jika pelatihan bertambah tetapi pekerjaan layak belum diperoleh, periksa isi pelatihan, kebutuhan perusahaan, serta hambatan peserta. Mengulang kegiatan belum tentu menyelesaikan penyebab masalah.
Keluhan dan nilai rendah dapat menentukan prioritas pemeriksaan. Pemerintah dapat menjawabnya lewat data terbuka, penjelasan kekurangan, dan perubahan yang bisa dipantau.
Pertanyaan terpenting setelah membaca rapor: perubahan apa yang bisa diperiksa warga dalam kehidupan mereka sendiri?
Pengalaman responden layak didengar dan kesimpulan besar perlu bukti yang sesuai. Membaca keduanya bersama membuat rapor berguna untuk memeriksa kebijakan, melampaui perdebatan tentang nilainya.
Rujukan dan catatan angka
- CELIOS (2026). Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran. Sumber utama adalah naskah sumber. Halaman publikasi resmi ↗. Nomor halaman dalam artikel mengikuti nomor tercetak di laporan, bukan urutan halaman PDF. Data yang dipakai: metode hlm. 3–5; nilai hlm. 7–10; program hlm. 34–36; kebebasan sipil hlm. 38–39; ekonomi hlm. 47–48; prioritas hlm. 49.
- AAPOR. Transparency Initiative dan Disclosure Standards. Acuan tambahan untuk membaca metode survei dan batas ukuran ketepatan pada sampel nonprobabilitas.
Kesimpulan editorial: sumber utama memuat kritik dan rekomendasi CELIOS. Artikel ini menjelaskannya dengan bahasa sederhana serta memberi batas pada kesimpulan yang bisa ditarik dari survei. Ini bukan hasil audit kinerja pemerintah maupun survei baru.
Naskah unduhan berformat teks (.txt) dan dapat dibaca tanpa internet. Untuk menggunakan visual interaktif, buka halaman artikel ini.
Catatan pembacaan data
Istilah yang tidak perlu bikin rumit
Persepsi
Penilaian atau pengalaman yang dilaporkan seseorang. Penting sebagai informasi, tetapi belum otomatis sama dengan kondisi yang diukur langsung melalui data administrasi atau pengamatan.
Sampel nonprobabilitas
Cara menjangkau responden tanpa mengetahui peluang terpilih setiap anggota populasi. Dalam laporan ini, masyarakat direkrut melalui iklan Meta. Keterwakilannya harus dinilai dengan hati-hati.
Pembobotan
Memberi pengaruh berbeda pada jawaban agar komposisi sampel lebih mendekati acuan tertentu. Pembobotan bergantung pada informasi dan asumsi yang digunakan; ia tidak otomatis memperbaiki semua ketimpangan siapa yang ikut survei.
Reliabilitas
Konsistensi instrumen pengukuran. Pertanyaan yang konsisten membantu mengukur suatu konsep, tetapi tidak menjamin responden mewakili seluruh penduduk.
Output dan outcome
Output adalah keluaran kegiatan, seperti jumlah peserta pelatihan. Outcome adalah perubahan yang diharapkan, seperti peserta mendapat pekerjaan lebih baik. Hubungan keduanya perlu diperiksa.
Poin persentase
Selisih antara dua persentase. Contohnya, 36% dikurangi 21% adalah 15 poin persentase. Ini berbeda dengan selisih 1,8 poin pada skala penilaian 1–10.
Apa yang diolah ulang oleh artikel ini?
Grafik dibuat ulang dari angka dalam PDF. Selisih nilai dihitung dari rata-rata terbitan; kategori kebebasan sipil diringkas dengan penjumlahan; urutan prioritas diurutkan menurut persentase. Tidak ada data responden individu atau pengujian statistik baru. Visual 7 adalah contoh konseptual.
Mengapa tidak semua bagian laporan dimuat?
Artikel memilih tema yang membantu pembaca pemula memahami pengalaman warga, arti angka, dan evaluasi program. Ini bukan ringkasan seluruh dokumen. Klaim kejadian, jabatan terkini, hubungan sebab-akibat, dan penilaian kondisi kesehatan seseorang tidak diambil sebagai fakta hanya karena muncul dalam opini responden atau uraian laporan.
Apakah hasil ini bisa dipakai meramal pemilu?
Artikel tidak membuat ramalan pemilu. Desain sampel, waktu pengumpulan, pertanyaan, dan perubahan situasi membatasi penggunaan survei ini. Penilaian atas kebijakan juga berbeda dari pilihan seseorang di bilik suara.
Bagaimana dengan pembulatan dan margin kesalahan?
Persentase mengikuti angka yang telah dibulatkan dalam laporan. Sebagian grafik asal dapat berjumlah 99% atau 101%; artikel tidak mengubahnya agar tampak tepat 100%. Artikel juga tidak membuat margin kesalahan acak dari jumlah sampel nonprobabilitas. Besar sampel saja belum cukup untuk itu.
Komentar
Diskusikan tulisan ini. Komentar pembaca ditampilkan setelah disetujui penulis.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.