Muhammad Habibi Muhammad Habibi
Ads go here

Yang Dibeli Uang Politik

Yang Dibeli Uang Politik
Daftar isi

Uang kampanye dapat membeli jangkauan pesan, sedangkan sumbangan dapat mengikuti kedekatan pandangan dan akses kekuasaan. Tinjauan Thomas Stratmann membantu memisahkan jalur-jalur itu sebelum menyimpulkan bahwa uang membeli kemenangan atau keputusan.

Calon dengan belanja terbesar menang pemilu. Sekilas, hubungan keduanya terlihat jelas: lebih banyak iklan dan kegiatan berarti lebih banyak suara. Namun, calon itu mungkin sudah unggul sebelum kampanye dan justru karena itulah penyumbang berdatangan.

Sebaliknya, calon yang merasa terancam dapat menghabiskan banyak uang untuk bertahan. Membaca pengaruh uang berarti membedakan keuntungan awal, tanggapan terhadap persaingan, dan perubahan dukungan sesudah belanja dilakukan.

Thomas Stratmann mengurai persoalan tersebut dalam tinjauan literatur yang terbit di Public Choice pada 2005. Ia membahas belanja kampanye, sumbangan, dan keputusan legislator. Tinjauan historis ini membantu menyusun pertanyaan tentang pengaruh uang, meski tidak menentukan besarnya pengaruh dalam pemilu Indonesia sekarang. [1]

Calon yang terancam justru banyak belanja

Petahana, yaitu calon yang sedang menjabat, biasanya lebih dikenal dan sudah memiliki jaringan. Penantang harus membangun sebagian keuntungan itu lewat kampanye.

Sejumlah penelitian pemilihan anggota DPR Amerika Serikat yang dibahas Stratmann menemukan pola yang membingungkan. Belanja penantang berkaitan dengan bertambahnya suara, sedangkan belanja petahana kerap tidak menunjukkan pengaruh positif yang meyakinkan secara statistik. Pada beberapa perkiraan, hubungannya malah negatif. Sementara itu, penelitian pemilihan Senat lebih sering menemukan pengaruh positif belanja petahana. Hasilnya berubah menurut arena dan cara penelitian dilakukan.

Petahana yang kuat mungkin cukup berkampanye seperlunya. Petahana yang menghadapi lawan tangguh harus mengeluarkan lebih banyak uang dan tetap bisa mendapat hasil buruk. Mencampur kedua keadaan itu membuat belanja seolah-olah menurunkan suara.

Padahal, ancaman kekalahan bisa muncul lebih dahulu dan memicu belanja.

Peneliti berusaha mengatasi masalah ini dengan memasukkan ukuran kualitas calon, memakai variabel pembanding tertentu, atau mengikuti pasangan calon yang bertemu dalam pemilihan berulang. Cara terakhir digunakan Steven Levitt untuk mengurangi perbedaan kualitas yang tidak terukur. Dalam studi yang ditinjau Stratmann, Levitt memperoleh perkiraan pengaruh belanja yang kecil dan hubungan belanja petahana yang tidak signifikan secara statistik.

Setiap cara penelitian memiliki batas. Membandingkan calon yang berulang kali bertemu membantu menahan perbedaan kualitas calon, tetapi pasangan semacam itu belum tentu mewakili seluruh pemilu. Variabel pembantu dalam model pun memerlukan asumsi yang harus diuji. [1]

Nominal belanja menyembunyikan banyak hal

Jumlah belanja belum menunjukkan berapa banyak orang menerima pesan. Harga iklan televisi di Montana dan Los Angeles, misalnya, berbeda jauh dalam contoh historis yang dikutip Stratmann. Nominal yang sama dapat membeli jangkauan yang berlainan.

Ketika ukuran belanja diganti dengan ukuran iklan televisi, penelitian Stratmann sendiri memperoleh hasil yang lebih besar. Dalam salah satu spesifikasi yang diringkas pada halaman 140, tambahan iklan petahana sebesar 15 persen relatif terhadap rata-rata berkaitan dengan kenaikan pangsa suara sebesar 1,2 poin persentase. Untuk penantang, tambahan iklan sebesar 43 persen relatif terhadap rata-rata menghasilkan perkiraan kenaikan 2,1 poin persentase. Kedua angka itu memakai perubahan iklan dan rata-rata pembanding yang berbeda, sehingga belum cukup untuk menyatakan siapa yang lebih efisien.

Kenaikan 1,2 poin persentase mengubah 50 persen menjadi 51,2 persen suara. Selisih itu dapat menentukan hasil pemilu yang ketat. Namun, taksiran satu model bukan tarif tetap untuk memperoleh suara di semua tempat.

Stratmann menemukan persoalan serupa dalam pemungutan suara atas usulan kebijakan di California. Penelitian yang memperhitungkan perbedaan wilayah dan usulan memperoleh perkiraan bahwa 100 tambahan iklan pendukung menaikkan suara setuju sebesar 1,2 poin persentase. Tambahan 100 iklan penentang menurunkannya sebesar 0,6 poin persentase. Ini membantu menjelaskan mengapa belanja, isi pesan, jangkauan, dan kondisi pemilih perlu dibaca bersama.[1]

Estimasi dalam studi yang ditinjau

Tambahan iklan dan perubahan suara

Amerika Serikat

Pilih arena pemilihan. Grafik menampilkan perubahan suara untuk tambahan iklan yang disebutkan dalam paper, dengan satuan input yang tetap terlihat.

Perubahan pangsa suara · poin persentase
−10+1+2+2,5
PetahanaTambahan iklan 15% relatif terhadap rata-rata
+1,2 pp
PenantangTambahan iklan 43% relatif terhadap rata-rata
+2,1 pp

pp berarti poin persentase. Perubahan iklan petahana dan penantang memakai besaran serta rata-rata yang berbeda. Grafik ini tidak mengukur efektivitas per dolar. Interval kepercayaan tidak dicantumkan dalam ringkasan paper.

Bagaimana membaca poin persentase

Ubah angka awal untuk melihat arti perubahan satuan. Ini penjelasan matematis, bukan prediksi hasil pemilu.

Pangsa suara · persen
0%50%100%
Angka awal50,0%
Setelah perubahan51,2%

50,0% + 1,2 poin persentase = 51,2%.

Periksa data dan sumber
Perkiraan yang diringkas Stratmann
PeranPerubahan iklanPerubahan suaraHalaman
PetahanaTambahan iklan 15% relatif terhadap rata-rata+1,2 poin persentase140
PenantangTambahan iklan 43% relatif terhadap rata-rata+2,1 poin persentase140

Stratmann (2004b), sebagaimana diringkas dalam Stratmann (2005), halaman 140. Salah satu spesifikasi memakai ukuran iklan televisi dalam pemilihan dengan pasangan calon berulang.

Studi asal yang dikutip tidak dibaca ulang secara terpisah. Nilai awal pada kalkulator dibuat oleh pembaca untuk menjelaskan satuan.

Sumber angka · Stratmann (2005), halaman 140 dan 142.

Sumbangan mengikuti orang dan posisi

Belanja adalah uang yang keluar untuk kampanye; sumbangan adalah dana yang masuk. Untuk belanja, kita dapat menelusuri pesan dan jangkauannya. Untuk sumbangan, kita juga perlu melihat siapa pemberinya, kapan dana diberikan, dan kepentingan apa yang dihadapi penerimanya.

Penyumbang dapat mendukung pandangan yang sudah sejalan, membantu calon menang, atau mencari kesempatan didengar. Karena itu, kesamaan sikap penyumbang dan politisi belum membuktikan bahwa uang mengubah sikap tersebut.

Posisi di lembaga legislatif ikut menentukan aliran dana. Studi yang dibahas Stratmann menunjukkan bahwa sumbangan kelompok kepentingan berubah ketika legislator masuk atau keluar dari komite tertentu. Kelompok usaha di sektor keuangan, misalnya, mempunyai alasan untuk memperhatikan komite yang menangani urusan perbankan. Yang mereka cari dapat berupa hubungan berkelanjutan dengan orang yang ikut menentukan kebijakan.

Dalam data yang dibahas Stratmann, jumlah pemungutan suara legislator dan sumbangan per minggu memiliki korelasi 0,48. Untuk dana komite politik perusahaan dan asosiasi usaha, nilainya 0,50. Kedua kegiatan cenderung bergerak bersama, tetapi jadwal kebijakan dan kampanye dapat ikut menjelaskannya. Angka itu belum membuktikan pembelian keputusan.

Sumbangan juga mungkin mengikuti keputusan yang sudah diambil, sebagai dukungan kepada politisi yang sejalan. Untuk membedakan penjelasan ini dari upaya mengubah keputusan, urutan waktunya sama penting dengan jumlah uangnya. [1]

Pola mingguan dalam paper

Kegiatan legislatif dan sumbangan

Korelasi

Angka ini mengukur hubungan antara jumlah pemungutan suara legislator dan sumbangan pada minggu yang sama dalam siklus pemilu. Pilih ukuran sumbangannya.

Koefisien korelasi · r
00,51
Semua kelompok0,48
Perusahaan dan asosiasi usaha0,50
Kelompok ideologis0,38

Jumlah transaksi · tiga korelasi yang ditulis dalam paper. Kelompok ideologis mencakup komite politik di luar kelompok perusahaan, asosiasi usaha, dan buruh.

r bukan persentase pengaruh. Nilai 0,48 tidak berarti 48% keputusan legislator dibeli penyumbang.

Periksa data dan sumber
Korelasi dengan jumlah pemungutan suara legislator per minggu
KelompokUkuran sumbanganKorelasi r
Semua kelompokJumlah transaksi0,48
Perusahaan dan asosiasi usahaJumlah transaksi0,50
Kelompok ideologisJumlah transaksi0,38

Stratmann (2005), halaman 144–145. Kegiatan dijumlahkan menurut minggu dalam siklus pemilu di enam siklus. Caption Figure 1 menyebut 1991–1992 hingga 2001–2002. Paragraf sebelumnya menyebut akhir 2000–2001; visual ini mengikuti caption.

Seri mingguan tidak dibangun ulang dari gambar. Grafik memakai korelasi yang tertulis di paper. Hubungan ini tidak membuktikan pertukaran sumbangan dan keputusan.

Sumber angka · Stratmann (2005), halaman 144.

Ratusan koefisien, kesimpulan yang berubah

Sebuah tinjauan sebelumnya menemukan sekitar tiga perempat perkiraan pengaruh sumbangan tidak signifikan secara statistik atau arahnya berbeda dari dugaan. Apakah ini berarti sumbangan tidak berpengaruh? Stratmann memeriksanya kembali dengan menggabungkan hasil penelitian.

Meta-analisisnya memakai 265 koefisien yang memenuhi kriteria arah dan ketersediaan informasi statistik. Itu bukan 265 penelitian atau legislator. Sebanyak 196 koefisien berasal dari pendekatan yang mencoba menangani hubungan timbal balik sumbangan dan keputusan. Hasil gabungan menolak dugaan tidak adanya pengaruh pada taraf 1 persen, baik dengan bobot setara maupun saat kelompok 196 koefisien tadi diberi bobot dua kali.

Hasil tersebut mendukung adanya pengaruh pada kumpulan perkiraan yang dipilih. Kekuatannya tetap bergantung pada penelitian asal: menggabungkan banyak angka tidak otomatis memperbaiki kelemahan desainnya, apalagi menghasilkan harga satu keputusan politik. [1]

Membaca cara bukti digabungkan

265 koefisien dalam meta-analisis

Pembobotan

196 koefisien berasal dari pendekatan yang mengatasi penentuan sumbangan dan keputusan secara bersamaan. Sisa 69 dihitung dari 265 dikurangi 196. Ubah pembobotan untuk melihat bagian bobot yang dipakai setiap kelompok.

Panjang bagian menunjukkan komposisi bobot · total 100%

196 satuan bobotMengatasi hubungan simultan196 koefisien × bobot 1 · 74,0% dari total bobot
69 satuan bobotKoefisien lainnya69 koefisien × bobot 1 · 26,0% dari total bobot
Total 265 satuan bobot. Paper melaporkan bahwa hipotesis tidak adanya pengaruh ditolak pada taraf pengujian 1%.

Jumlah koefisien tetap 265 pada kedua pilihan. Bobot bukan jumlah penelitian baru, peluang keputusan dibeli, atau ukuran besarnya pengaruh. Uji statistik tidak dihitung ulang di sini.

Periksa data dan sumber
Jumlah dan bobot koefisien
KelompokKoefisienBobot per koefisienSatuan bobot
Mengatasi hubungan simultan1961196
Koefisien lainnya69169

Stratmann (2005), halaman 145–146. Koefisien dipilih jika ada prediksi arah dan informasi statistik untuk pengujian. Pada pembobotan ganda, paper kembali melaporkan penolakan hipotesis tanpa menyebut taraf terpisah di kalimat tersebut. Analisis yang hanya memakai kelompok dengan teknik simultan juga dilaporkan menolak hipotesis.

Visual menghitung komposisi bobot dari jumlah koefisien. Ia tidak mereplikasi meta-analisis atau menghasilkan nilai p. Kesimpulan bergantung pada desain dan penanganan hubungan sebab-akibat dalam studi asal.

Sumber jumlah dan hasil pengujian · Stratmann (2005), halaman 145–146. Komposisi bobot dihitung untuk artikel ini.

Aturan yang mengubah persaingan

Jika uang bekerja melalui beberapa jalur, pembatasannya juga perlu dinilai melalui beberapa ukuran. Dalam penelitian pemilihan legislatif di 45 negara bagian Amerika Serikat selama 1980–2000 yang diringkas Stratmann, batas sumbangan yang lebih ketat berkaitan dengan selisih kemenangan yang lebih kecil dan lebih banyak calon. Temuan ini memberi alasan untuk memeriksa apakah suatu aturan memperbaiki peluang penantang. Batas sumbangan dari pemberi dana dan batas total belanja kampanye tetap harus dibedakan karena keduanya mengatur hal yang berbeda.

Pembiayaan publik juga dibahas, dengan hasil yang beragam. Eksperimen dalam lingkungan yang dirancang peneliti menunjukkan bahwa sumber dana dapat memengaruhi kepercayaan pemilih pada pesan calon. Sejumlah pengamatan atas negara bagian memberi tanda persaingan lebih terbuka ketika dana publik cukup besar, sedangkan penelitian lain tidak memperoleh dukungan serupa. Dari tinjauan ini, keberhasilan reformasi perlu diperiksa pada penerapan dan akibatnya, termasuk kesempatan calon bersaing, informasi yang diterima pemilih, dan hubungan calon dengan penyumbang.[1]

Pelajaran yang perlu dibawa ke Indonesia

Untuk Indonesia, periksa sistem pemilu, jaringan partai, harga media, dan hubungan calon dengan pemilih sebelum meminjam kesimpulan dari Amerika Serikat. Kondisi tersebut menentukan jalur yang mungkin ditempuh uang.

Mulailah dari laporan dana kampanye: pisahkan penerimaan dan pengeluaran, lalu lihat waktu transaksi, pemberi dana, serta kegiatan yang dibiayai. Total belanja yang sama dapat menyembunyikan jangkauan dan keadaan persaingan yang berbeda.

Reputasi dan jaringan calon sebelum kampanye juga perlu dicatat. Tanpa itu, pengaruh uang mudah tertukar dengan pengaruh keuntungan yang sudah ada.

Perjalanan uang layak diikuti setelah hasil pemilu diumumkan.

Sesudah calon menjabat, telusuri akses pertemuan, pekerjaan komisi, dan perhatian terhadap masalah tertentu. Riset yang berhenti pada siapa menang akan melewatkan hubungan yang dapat berlanjut hingga pembuatan kebijakan.

Perhatikan apakah dana datang sebelum atau sesudah sikap diumumkan, berubah ketika penerima mendapat posisi baru, dan diikuti perubahan keputusan. Catatan yang saling terhubung membantu pemeriksaan; tuduhan pertukaran kepentingan tetap membutuhkan bukti lebih jauh.

Nominal dana menunjukkan skala kegiatan politik. Untuk memahami pengaruhnya, ikuti juga orang yang memberi, pesan yang disampaikan, dan keputusan yang disentuhnya. [1]

Rujukan dan catatan angka

  1. Stratmann, T. (2005). Some talk: Money in politics. A (partial) review of the literature. Public Choice, 124, 135–156. DOI 10.1007/s11127-005-4750-3.Artikel ini bersumber dari naskah lengkap. Tahun dan rincian publikasi diperiksa ke penerbit. Studi-studi lain dibahas sesuai ringkasan Stratmann, dengan halaman sumber yang tercantum.

Catatan pembacaan data

Data merupakan bukti historis yang dibahas dalam tinjauan 2005. Penjelasan untuk Indonesia adalah pembacaan penulis, bukan hasil pengujian dengan data Indonesia. Angka awal pada kalkulator hanya menjelaskan arti poin persentase.

  • Empat perkiraan iklan disalin dari halaman 140 dan 142. Interval kepercayaan tidak dibuat karena tidak dicantumkan pada ringkasan.
  • Empat korelasi mingguan disalin dari halaman 144. Seri Figure 1 tidak didigitalkan. Perbedaan penyebutan periode pada teks dan caption ditampilkan dalam sumber grafik.
  • 265 dan 196 adalah jumlah koefisien pada halaman 146. Angka 69 serta komposisi bobot dihitung dari keduanya. Hasil pengujian dikutip sebagai hasil yang dilaporkan, tanpa penghitungan ulang.
  • Grafik dapat diperiksa melalui tabel sumber dan diunduh sesuai pilihan yang sedang ditampilkan.

Halaman sumber menurut bagian: Calon yang terancam justru banyak belanja — 137–140; Nominal belanja menyembunyikan banyak hal — 140–142; Sumbangan mengikuti orang dan posisi — 143–148; Ratusan koefisien, kesimpulan yang berubah — 145–146; Aturan yang mengubah persaingan — 149–151; Pelajaran yang perlu dibawa ke Indonesia — 137–151; implikasi untuk Indonesia merupakan pembacaan penulis.

Tabel CSV lengkap: Estimasi iklan · Korelasi mingguan.

Bacaan terkait dalam seri uang kampanye · Uang Kampanye dan Harga untuk Dikenal · Ketika Kursi Sudah Aman, Uang Kampanye Bekerja Berbeda

Komentar

Ikuti tulisan berikutnya

Dapatkan kabar artikel baru melalui email jika Anda memilih berlangganan.

Pilih langganan email

Komentar

Diskusikan tulisan ini. Komentar pembaca ditampilkan setelah disetujui penulis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Bagikan artikel

Yang Dibeli Uang Politik

WhatsAppFacebookXTelegramLinkedIn

Tampilan bacaan

Sesuaikan lebar tulisan dan kolom samping.

Cari

Cari artikel berdasarkan topik, kategori, atau kata kunci.